Jumat, 25 September 2020 11:58

3 Kali Pertemuan Pihak PLN dan Masiarakat Akhirnya Capai Kesepakatan

MUMUJU - Sejak berdirinya tower PLN di lokasi masiarakat di dusun talaba' desa belang belang kecamatan Kalukku kabupaten Mamuju di soroti masiarakat, Karna masiarakat kurang puas dengan ganti rugi yang di tawarkan oleh pihak PLN.

Parno pemilik lokasi yang sejak awal tidak menyetujui soal ganti rugi yang di tawarkan oleh pihak PLN tetap bertahan, Karna dia menilai tidak sesuai harga yang di tawarkan dengan kayu gaharu yang di bawa bentangan kabel yang akan di pasang oleh pihak PLN.

Tiga hari pertemuan antara masiarakat, Parno dengan pihak PLN mulai hari Selasa sampai hari Kamis 24/09-2020. Akhirnya mendapat respon dari pemilik lokasi.

Menurut Winarto perwakilan dari PLN, kayu gaharu yang ada di lokasi yang di kena jalur bentangan kabel PLN tidak di tumbang bahkan pemilik lokasi Masi berhak menggarap lokasinya.

"Kami akan membuat surat, jikalau di kemudian hari ada kayu yang kami tebang dan kena kayu gaharu,kami akan ganti rugi seratus juta perpohon." Ucapnya

Parno pun menyetujui asalkan pihak PLN membuat surat perjanjian, kata parno jika di kemudian hari ada pohon gaharu saya yang tertimpa tebangan kayu yang di tebang oleh pihak PLN maka saya akan menyuru mengganti rugi senilai 100.000.000 perpohon. 

"Pohon gaharu yang saya tanam harganya mahal, dan kalau satu pohon saja kalau mau rejeki berisi, bisa sampai ratusan juta perpohon.

Dan surat ini harus di tandatangani kepala PLN Mamuju dan di saksikan dan di tandatangani pemerintah setempat yaitu kepalan desa." Jelas Parno

Pihak PLN menyetujui dan di buatlah surat perjanjian antara pihak PLN dengan pemilik lokasi PARNO.

(YS)

Baca 230 kali
Nilai butir ini
(0 pemilihan)